Selamat datang kembali pada blog saya. Kepada pengunjung blog saya, kususnya untuk orang tua siswa maupun siswa-siswi SDN Bertaraf Internasional Kota Semarang.
Pada kesempatan ini patut kiranya kita sebagai bagian dari civitas SDNBI Kota Semarang, beryukur kepad Allah, bahwa sekolah kita tercinta saat ini sudah memiliki website sendiri dengan alamat www.sdnbi.com selain itu, saat ini sekolah juga sudah mulai banyak berbenah kearah yang lebih baik dengan penambahan beberapa fasilitas. Diantaranya adalah finger printing untuk tenaga pendidik dan kependidikan, telephon PABX.
Informasi lain adalah akan dilakanakannya kunjungan dari unsur pendidikan dari Kalimantan Selatan, setelah pada Oktober 2009 kemarin kita juga mendapat kunjungan dari Dewan Pendidikan kota Medan.
Kepada siswa kami dari kelas III A ( Mas Raihan ) yang telah berhasil membawa tropy dalam lomba Mapel B. Inggris dan IPA kami ucapkan terima kasih. Teruslah berkarya dan berprestasi.
Monday, November 2, 2009
Sunday, September 13, 2009
Hello SDNBI Kota Semarang
Hai, anak - anak SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang, apa kegiatan selama liburan ini ?. Pak Aji Tahu, kamu pastinya lagi asyik lihat TV ya?!. Boleh menonton TV, tapi jangan terlalu sering. Sehingga waktu untuk beribadah dan belajar jadi berkurang.
Ayo belajar, sebentar lagi kita akan melaksanakan Tes Mid Semester. Masih ada waktu untuk belajar. Modulnya harus tetap dibuka, dibaca dan dipahami isinya. Kalau kamu mencatat hal - hal yang penting dari bapak/ibu guru selama belajar, silahkan dibuka juga dan dipelajari.
Okey!, Kalau kamu suka buka internet, silahkan buka blog Pak Aji mungkin ada informasi baru tentang pelajaran dan sekolah. Dan yang terpenting juga isilah kolom komentar sehingga kita dapat berkomunikasi. Ke depan Pak Aji juga akan menyampaikan soal - soal dalam blog ini, supaya kamu bisa belajar.
Ayo belajar, sebentar lagi kita akan melaksanakan Tes Mid Semester. Masih ada waktu untuk belajar. Modulnya harus tetap dibuka, dibaca dan dipahami isinya. Kalau kamu mencatat hal - hal yang penting dari bapak/ibu guru selama belajar, silahkan dibuka juga dan dipelajari.
Okey!, Kalau kamu suka buka internet, silahkan buka blog Pak Aji mungkin ada informasi baru tentang pelajaran dan sekolah. Dan yang terpenting juga isilah kolom komentar sehingga kita dapat berkomunikasi. Ke depan Pak Aji juga akan menyampaikan soal - soal dalam blog ini, supaya kamu bisa belajar.
Wednesday, September 2, 2009
Wednesday, July 29, 2009
Sebagian Guru SDNBI Kota Semarang
Inilah beberapa guru dan Tenaga Kependidikan SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang untuk tahun pelajaran 2008 - 2009. Pada tahun Pelajaran 2009 - 2010 telah bertambah lagi. Saat ini Jumlah tenaga Pendidik dan Kependidikan berjumlah 31 Orang.Untuk sekedar tahu saja, Nama dari foto tersebut adalah : ( Belakang dari kiri ) Handoyo ( guru Komputer), Agus Pramono ( Sarpras), Rosyid ( Gr. Kls I ), Murtidjo ( Gr. Agama Katholik ), Kusnandar ( gr. Kls II ), Bambang ( Gr. OR ), Rosamaji ( Gr. Kls I ). ( Depan dari kiri ) Susmiyati (Kurikulum ), Fatmawati ( Gr. Kls I ), Darsimah ( Gr. kls I ), Purwanti (Gr. kls II ), Ninik ( Gr. Kls II), Sudriwarno ( Kepala Sekolah ) Dian Lee ( Kabag TU ), Endang ( Gr. Ag. Kriten ) Amila( Gr. Kls II ) Nyakrawati ( Gr Kls I ) Supadmi ( Gr. Kls II ) 

Kalau Di samping ini, yang agak burem, aku yang masih belajar buat blog. Dan selalu pingin buat blog yang lebih baik lagi.
Monday, July 27, 2009
SEjarah Berdirinya SDNBI Kota Semarang
SD NEGERI BERTARAF INTERNASIONAL
KOTA SEMARANG
Sejarah Berdirinya SD Negeri Bertaraf Internasional
Berawal dari adanya proyek TK- SD Model yang ditawarkan ke berbagai pihak, bahwa Kota Semarang sebagai ibu kota Propinsi Jawa Tengah perlu mempunyai TK – SD Model. Bapak DR. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc. sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang menyampaikan ide ke Walikota Semarang yang saat itu di jabat oleh Bapak H. Sukawi Sutarip, agar Kota Semarang memiliki sekolah sebagaimana yang dimaksud.
Pak Rasdi menyampaikan ke Walikota untuk membuat surat kesediaan (bersedia menerima TK-SD Model). Kemudian yang perlu dipersiapkan adalah bertemu dengan Direktur Pusat untuk menyampaikan Proposal. Beliau meminta tolong ke Direktur Utama Widya Konsultan (Ir. Nugroho) berkenaan dengan proposal tersebut, agar proposal tersebut dapat disetujui.
Adapun mekanisme pelaksanaan pendirian TK-SD Model yang dalam perkembangannya disebut TK – SD Bertaraf Internasional harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Setiap Kota Kabupaten minimal 1 TK, SD, SMP, SMA, SMK Bertaraf Internasional.
· Sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
· Perbandingan Anggaran Pusat 70%, Daerah 30%.
· Luas tanah minimal 5,7 hektar menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat.
Untuk tahap 1 secara Nasional diberi 5 sekolah, tidak termasuk Semarang (2003). Berkat perjuangan dan ide Bapak Rasdi bersama Drs.H. Soedjoko berusaha keras untuk mendapatkan bantuan, akhirnya pada tahun 2004 Kota Semarang mendapat jatah dan tercapai kesepakatan (MOU) surat-surat tersebut ditandatangani segera dibentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh Ir.H. Djoko Murwinanto.
KOTA SEMARANG
Sejarah Berdirinya SD Negeri Bertaraf Internasional
Berawal dari adanya proyek TK- SD Model yang ditawarkan ke berbagai pihak, bahwa Kota Semarang sebagai ibu kota Propinsi Jawa Tengah perlu mempunyai TK – SD Model. Bapak DR. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc. sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang menyampaikan ide ke Walikota Semarang yang saat itu di jabat oleh Bapak H. Sukawi Sutarip, agar Kota Semarang memiliki sekolah sebagaimana yang dimaksud.
Pak Rasdi menyampaikan ke Walikota untuk membuat surat kesediaan (bersedia menerima TK-SD Model). Kemudian yang perlu dipersiapkan adalah bertemu dengan Direktur Pusat untuk menyampaikan Proposal. Beliau meminta tolong ke Direktur Utama Widya Konsultan (Ir. Nugroho) berkenaan dengan proposal tersebut, agar proposal tersebut dapat disetujui.
Adapun mekanisme pelaksanaan pendirian TK-SD Model yang dalam perkembangannya disebut TK – SD Bertaraf Internasional harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Setiap Kota Kabupaten minimal 1 TK, SD, SMP, SMA, SMK Bertaraf Internasional.
· Sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
· Perbandingan Anggaran Pusat 70%, Daerah 30%.
· Luas tanah minimal 5,7 hektar menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat.
Untuk tahap 1 secara Nasional diberi 5 sekolah, tidak termasuk Semarang (2003). Berkat perjuangan dan ide Bapak Rasdi bersama Drs.H. Soedjoko berusaha keras untuk mendapatkan bantuan, akhirnya pada tahun 2004 Kota Semarang mendapat jatah dan tercapai kesepakatan (MOU) surat-surat tersebut ditandatangani segera dibentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh Ir.H. Djoko Murwinanto.
Sunday, July 26, 2009
Strategi Pencapaian IKKM/IKKT
( Materi ini merupakan bahan yang disampaikan dalam workshop di BP Dikjur oleh salah satu nara sumber )
Starategi Pencapaian IKKM/IKKT
1.
Akreditasi
Optimalisasi semua aspek yang tercermin di PP No. 19 Tahun 2005
2.
SKL
Kembangkan SKL di atas SKL reguler
Pencapaian prestasi akademik internasional
Pencapaian prestasi Non-akademik internasional
Kembangkan budaya/disiplin yang universal
3.
Kurikulum
Kembangkan KTSP + (KTSP SBI)
Bobot materi dalam KTSP setaraf dengan sekolah di negera-negara OECD
Adaptasi dan adopsi kurikulum dengan kurikulum sekolah negara maju
Proses
Pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris untuk mapel tertentu
Semua mata pelajaran dikembangkan berbasis IT
Semua mapel menjadi tauladan sekolah lain
Diperkaya dengan proses pembelajaran dari sekolah unggul (OECD) .... Lakukan melalui Sister school
5.
Penilaian
Diperkaya dengan model penilaian dari sekolah-sekolah unggul
Dikembangkan model penilaian yang berdasarkan karakteristik KD
Penilaian dikembangkan berbasis IT
Dikembangkan model penilaian yang bervariasi
8.
Sarana/ prasarana
Mengembangkan sarana pembelajaran berbasis IT di setiap ruang belajar
Membangun perpustakaan dengan sarana digital
Melengkapi sarana multi media
Melengkapi ruang unjuk kesenian
Melengkapi ruang OR yang berstandar internasional
Melengkapi sarana kesehatan (klinik) di skolah
9.
Pengelolaan
Menerapkan dan mengimplementasikan ISO 9001: 2000 atau sesuadahnya
Membangun sekolah yang berbasis multi-kultural
Membangun “sister school” dengan sekolah di luar negeri yang bermutu
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas narkoba
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas kekerasan
Menerapkan prinsip kesetaraan gender
Meraih medali tingkat internasional
10.
Pembiayaan
Menggali dana untuk pengembangan pemenuhan IKKT
Membangun jaringan penyandang dana
Mengkoordinasikan setiap penyandang dana, termasuk pemerintah daerah
Menggali dana dari masyarakat
Membangun income generating activities sekolah
11.
Lainnya (tambahan)
Membangun sinergi yang komprehensif dan komitmen di semua unsur sekolah (Dinas Pendidikan, Kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan warga sekolah secara keseluruhan)
Starategi Pencapaian IKKM/IKKT
1.
Akreditasi
Optimalisasi semua aspek yang tercermin di PP No. 19 Tahun 2005
2.
SKL
Kembangkan SKL di atas SKL reguler
Pencapaian prestasi akademik internasional
Pencapaian prestasi Non-akademik internasional
Kembangkan budaya/disiplin yang universal
3.
Kurikulum
Kembangkan KTSP + (KTSP SBI)
Bobot materi dalam KTSP setaraf dengan sekolah di negera-negara OECD
Adaptasi dan adopsi kurikulum dengan kurikulum sekolah negara maju
Proses
Pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris untuk mapel tertentu
Semua mata pelajaran dikembangkan berbasis IT
Semua mapel menjadi tauladan sekolah lain
Diperkaya dengan proses pembelajaran dari sekolah unggul (OECD) .... Lakukan melalui Sister school
5.
Penilaian
Diperkaya dengan model penilaian dari sekolah-sekolah unggul
Dikembangkan model penilaian yang berdasarkan karakteristik KD
Penilaian dikembangkan berbasis IT
Dikembangkan model penilaian yang bervariasi
8.
Sarana/ prasarana
Mengembangkan sarana pembelajaran berbasis IT di setiap ruang belajar
Membangun perpustakaan dengan sarana digital
Melengkapi sarana multi media
Melengkapi ruang unjuk kesenian
Melengkapi ruang OR yang berstandar internasional
Melengkapi sarana kesehatan (klinik) di skolah
9.
Pengelolaan
Menerapkan dan mengimplementasikan ISO 9001: 2000 atau sesuadahnya
Membangun sekolah yang berbasis multi-kultural
Membangun “sister school” dengan sekolah di luar negeri yang bermutu
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas narkoba
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas kekerasan
Menerapkan prinsip kesetaraan gender
Meraih medali tingkat internasional
10.
Pembiayaan
Menggali dana untuk pengembangan pemenuhan IKKT
Membangun jaringan penyandang dana
Mengkoordinasikan setiap penyandang dana, termasuk pemerintah daerah
Menggali dana dari masyarakat
Membangun income generating activities sekolah
11.
Lainnya (tambahan)
Membangun sinergi yang komprehensif dan komitmen di semua unsur sekolah (Dinas Pendidikan, Kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan warga sekolah secara keseluruhan)
Wednesday, July 15, 2009
Design program RSBI
Pada tanggal 10 s.d 13 Juli 2009, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Workshop Design Program RSBI tingkat Jawa Tengah. Workshop ini diikuti 8 Kabupaten yang terdiri dari : Kota Semarang, Kota Salatiga, Pekalongan, Wonogiri, Klaten,Solo,Sragen, Karanganyar.
Ada tida hal yang melatarbelakangi kegiatan ini, yaitu :
1. Era global.
Dalam Era Global ini keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci daya saing yang mampu menjaga kelangsungan hidup. Keunggulan SDM diantaranya ditandai dengan penguasaan tehnologi dan manajemen. Dengan demikian dapat menurunkan biaya produksi, peningkatan nilai tambah dan peningkatan mutu produk.
2. Dasar Hukum RSBI.
Penyelenggaraan RSBI mempunyai dasar yang kuat yaiutu pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 dan pasal 50 ayat 7 UUSPN.
3. Filsafat eksistensialisme.
Sesuai dengan filsafat ini, pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melaui proses pendidikan yang bermartabat, kreatif, inovatif, eksperimentatif. Dismaping itu pendidkan harus relevan dengan kebutuhan individu, keluarga, kebutuhan bernagai sektor lokal, nasional dan internasional.
Sebagai aktualisasi dari filsafat tersebut maka penyelenggaraan pendidikan berpatokan pada 4 pilar, yaitu : learning to know, learning to do ,learning to be dan learning to live together. 4 pilar tersebut harus ada pada kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana prasarana dan penilaian.
Dalam pelaksanaan workshop ini diharapkan pada kegiatan - kegiatan praktis, sehingga guru memiliki pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan sikap yang sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Biaya kegiatan yang dilaksakan di BP Dikjur Prov. Jateng ini dibebankan pada Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) Bidang Dikdas Dinas Pendidika Propinsi Jawa Tengah No. 45/DPA/2008
Ada tida hal yang melatarbelakangi kegiatan ini, yaitu :
1. Era global.
Dalam Era Global ini keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci daya saing yang mampu menjaga kelangsungan hidup. Keunggulan SDM diantaranya ditandai dengan penguasaan tehnologi dan manajemen. Dengan demikian dapat menurunkan biaya produksi, peningkatan nilai tambah dan peningkatan mutu produk.
2. Dasar Hukum RSBI.
Penyelenggaraan RSBI mempunyai dasar yang kuat yaiutu pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 dan pasal 50 ayat 7 UUSPN.
3. Filsafat eksistensialisme.
Sesuai dengan filsafat ini, pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melaui proses pendidikan yang bermartabat, kreatif, inovatif, eksperimentatif. Dismaping itu pendidkan harus relevan dengan kebutuhan individu, keluarga, kebutuhan bernagai sektor lokal, nasional dan internasional.
Sebagai aktualisasi dari filsafat tersebut maka penyelenggaraan pendidikan berpatokan pada 4 pilar, yaitu : learning to know, learning to do ,learning to be dan learning to live together. 4 pilar tersebut harus ada pada kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana prasarana dan penilaian.
Dalam pelaksanaan workshop ini diharapkan pada kegiatan - kegiatan praktis, sehingga guru memiliki pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan sikap yang sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Biaya kegiatan yang dilaksakan di BP Dikjur Prov. Jateng ini dibebankan pada Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) Bidang Dikdas Dinas Pendidika Propinsi Jawa Tengah No. 45/DPA/2008
Subscribe to:
Posts (Atom)
