Monday, May 23, 2011

Data Umum SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang

1. Visi

Menjadi sekolah dasar negeri bertaraf internasional terbaik di indonesia, berwawasan lingkungan, kompetitif di tingkat global berlandaskan kearifan lokal.

(Being the best International Primary School in Indonesia with environmental knowledge that can globally compete based on local value).

2. Misi SD Negeri Bertaraf Internasional

a) Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan nilai- nilai keagamaan dan budi pekerti luhur.

(Increase the faith to God, also apply the moral value and good personality)

b) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara professional.

(Develop communication ability in English and other foreign languages also master science and technology professionally)

c) Meningkatkan potensi diri untuk meraih prestasi dalam bidang akademis dan non-akademis secara nasional dan internasional melalui pembelajaran berbasis siswa.

(Increase students’ self ability to reach academical and non academical achievement nationally and internationally through students’ based learning)

d) Menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan nasionalisme.

(Apply the traditional and national culture value)

e) Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

(Increase the competence of teachers and education staff)

f) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar internasional serta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.

(Increase education devices and equipments based on international standard also create clean, healthy and comfortable school environment)

g) Meningkatkan kemandirian dan berperan aktif secara internasional dalam perkembangan dunia dari perspektif ekonomi, sosiokultural, dan lingkungan hidup.

(Increase students independent to take part actively in the world development from economical, sosio-cultural and environmental point of view)

h) Melaksanakan/mengembangkan manajemen sekolah secara profesional, akuntable, transparan serta pendidikan pemerintahan yang baik.

(Develop school management professionally, accountably, honestly and good governance education)

i) Melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan serta Peningkatan Mutu Berkesinambungan.

(Perform Education Quallity Assurance system and Quality Improvement continually)

j) Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu secara sosial ekonomi yang berprestasi.

(Increase the society’s participation in education to give attention to the lower economical society who have self potention)

k) Menjalin kemitraan dengan sekolah unggul di dalam maupun di luar negeri.

(Cooperate to high quality national school and OECD school)


1. IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : Sekolah Dasar Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang

Alamat Lengkap : Jl. Klipang Raya Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang

RT dan RW :

Kelurahan : Sendangmulyo

Kecamatan : Tembalang

Kota : Semarang

Telepon : ( 024 ) 76739708

Fax : 024 76739708

E-mail : sdnbikotasmg@yahoo.co.id

NSS : 102030107044

NIS : 106870

NPSN : 20337856

Kategori : Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI )

Akreditasi : -

2. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH

Nama : S u s m i y a t i, S.Pd

Alamat Rumah : Bumi Wana Mukti Blok H 1 / 14

Telepon : (024) 6702141

HP : 08156552435

Fax : -

E-mail : encus2008@yahoo.co.id

3. JUMLAH KELAS

Kelas I : 3 kelas

Kelas II : 3 kelas

Kelas III : 3 kelas

Kelas IV : 3 kelas

Jumlah : 12 kelas

4. JUMLAH PESERTA DIDIK

Kelas I : 70 anak

Kelas II : 68 anak

Kelas III : 68 anak

Kelas IV : 63 anak

5. JUMLAH PESERTA DIDIK MISKIN

Kelas I : - anak

Kelas II : 2 anak

Kelas III : - anak

Kelas IV : 1 anak

6. JUMLAH PEGAWAI

6.1 Jumlah Pendidik

Gol II : 15 orang

Gol III : 17 orang

Gol IV : 03 orang

GTT : 09 orang

Jumlah : 44 orang

6.2 Jumlah Tenaga Kependidikan

Gol I : - orang

Gol II : - orang

Gol III : - orang

Gol IV : 1 orang

PTT : 16 orang

Jumlah : 17 orang

6.3 Jumlah Tanggungan Jiwa

Suami/Istri : 31 orang

Anak : 48 anak

7. DATA FISIK

7.1 Luas Tanah : 5 hektar

7.2 Luas Bangunan : 3,7 hektar

Wednesday, May 11, 2011

PPD Tahun Pelajaran 2011-2012



Tahun Pelajaran 2011-2012, Tanggal 9 hingga 14 Mei, SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang melaksanakan Penerimaan Peserta Didik. Kegiatan ini dilaksanakan setelah Proposal PPD mendapat persetujuan dari Disdik Kota Semarang. Dengan sempitnya waktu antara pelaksanan dan pengumuman Disdik memperkenankan untuk mengadakan pendaftaran gelombang II apabila jumlah pendaftar belum memenuhi kuota.

Hingga saat ini, tanggal 12 Mei 2011 pendaftar on line telah mencapai 79, kuota yang dibutuhkan adalah 72 siswa untuk 3 rombongan belajar. Secara matematis, sekolah sudah bisa mengambil siswa sesuai kuota. Namun, apabila pendaftar bisa berlebih, sekolah mempunyai kesempatan lebih untuk menyeleksi siswa.

Dari beberapa hasil wawancara denga orang tua, banyak yang belum mengetahui tentang Sekolah DsarNegeri Bertaraf Internasional. Sebagian besar, justru banyak yang menanyakan tentang biaya, dimana hal tersebut bukan menjadi tujuan utama dilaksanakannya wawancara terhadap calon orang tua siswa.

Tujuan dilaksanakan wawancara terhadap orang tua adalah untuk mencari kesepahaman tentang Sekolah Dasar Bertaraf Internasional, sehingga akan diketahui sejauhmana dukungan orang tua terhadap belajar anak dan terhadap sekolah.

Monday, April 25, 2011

Gaby

Gaby adalah seorang siswa kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri bertaraf internasional kota Semarang. Lahir di semarang putra dari bapak Ludiro dan ibu Erlina yang saat ini berdomisili di Perum Bukit Kencana Sendangmulyo Tembalang. Putri nomor satu dari keluarga bapak Ludiro ini sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba cipta lagu.

Selama empat hari ini Gaby sedang dalam proses mencipta sebuah lagu untuk lomba tersebut. Dalam lomba ini, Gaby mewakili tingkat gugus Bawana Ageng di wilayah kecamatan Tembalang. Darah seni yang mengalir pada diri Gaby ternyata diwariskan dari sang Ibu yang asli dari Batak.

Semoga Gaby dapat berhasil dalam lomba ini.

Wednesday, April 6, 2011

Workshop Fasilitasi Penyusunan RAD Pembinaan nasionalisme

Pada tanggal 6 s.d 7 April 2011 dilaksanakan Workshop Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembinaan Nasionalisme dan Karakter Bangsa Melalui Jalur Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menindaklanjuti dari workshop yang telah dilaksanan di LPMP. Peserta workshop terdiri dari setingkat Kasi Pendidikan pada tingkat kota/kabupaten ditambah dengan tim I dan Tim II dari Provinsi.

Workshop dilaksanakan di Pondok Remaja Salib Putih, Salatiga. Tempat yang digunakan cukup representatif dengan suasana alam sekitar yang sejuk segar. Jauh dari bising dan polusi kendaraan kota. Fasilitas yang ada di tempat ini antara lain kolam renang, wisma yang serasa hotel, dan fasilitas out bond.

Adapun nara sumber dari fasilitasi ini Kepala Dinas Provinsi, Kasubag Program, Kabid Dikdas Kabid Dikmen, Kabid PPTK Tingkat Provinsi, dan sebagian dosen dari UNNES.

Tujuan dari workshop adalah adanya sinkronisasi tentang Rencana Aksi Daerah tingkat kota/kabupaten dengan Provinsi.

Wednesday, March 30, 2011

SDNBI KOTA SEMARANG MENCARIGURU

Untuk tahun pembelajaran 2011-2012, SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang merekrut guru baru untuk mengisi kekurangan tenaga pendidiknya. Bersamaan dengan diangkatnya tenaga pendidik baru dilingkungan kota Semarang untuk formasi 2010, SDNBI diberi kesempatan untuk menjaring para guru baru tersebut untuk ditempatkan di SDNBI Kota Semarang.

Proses penjaringan ini diawali ketika, para CPNS tersebut dikumpulkan di Dinas Pendidikan Kota Semarang sebanyak 109. Para CPNS diterima oleh Kasi PTK dan Sekdin Pendidikan Kota Semarang. Pada kesempatan ini mereka dimainta untuk mengikuti penjaringan di SDNBI bagi yang berminat. Dan selanjutnya apabila nanti lolos dalam penjaringan, selanjutnya akan ditempatkan di SDNBI Kota Semarang.

Dari 109 yang bersedia sebanyak 11 orang bersedia untuk mengikuti penjaringan. Penjaringan dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Maret 2011. Hari pertama, yang datang 9 orang. Hari kedua 7 orang. Materi dari penjaringan diantanya : Kurikulum tertulis, interview tentang bagaimana menyikapi suatu masalah, interview tantang kurikulum, micro teaching, interview dalam bahasa inggris, pemaparan program yang sesuai dengan visi misi sekolah.

Sedangkan hasil dari penjaringan ini, bebrapa guru yang akan diambil, masih dalam proses.
1. Bayu Wijayana
2. Fidaniar Nurul Inayah
3. Istiyari Novita
4. Megandari Surgana
5. Erna Pujiyanti
6. Andreas Joko Hardiyanto
7. Nurhayati
8. Koko Amiyanto
9. Dwi Susanto Setiawan

Thursday, February 10, 2011

Workshop Pengembangan Program Video MPI Dikdas Jateng

Pada tanggal 10 s.d 12 Pebruari BPTIK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Workshop Pengembangan Program Video dan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI). Kegiatan ini dilaksanakan LPMP Jawa Tengah Jln Kyai Mojo Srondol Semarang. Tujuan diselenggarakan workshop adalah untuk sosialisasi kebijakan tentang pemanfaatan TIK untuk pendidikan. Selain itu juga melakukan analisis kebutuhan video dan Multimedia Pembelajaran Interaktif dan menyiapkan rancangan sekolah model berbasis TIK.

Sasaran workshop ini adalah 70 orang yang terdiri dari
1. Kasi dan 1 staff
2. Kasubag program
3. Kasi SD
4. Kasi SMP
5. Guru SD
6. Guru SMP

Sedangkan yang menjadi nara sumber adalah
1. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah yang disampaikan oleh Kepala BPTIK Jateng
2. Dr. Djunaidi, MT
3. Hari Wibawanto, ST, MT
4. Drs. Agus Yuwono, MSi

Dalam kegiatan ini, saya sendiri merasa mendapatkan sesuatu hal baru berupa terobosan baru dalam pembelajaran. Harapannya, kegiatan ini dapat ditindak lanjuti dengan pembuatan langsung Video dan Multimedia Pembelajaran oleh guru.

Monday, December 13, 2010

refleksi

Bosan Aku
Bosan aku karena perasaan ketiadaan
Bosan aku karena tiada perubahan
Bosan aku karena harus ada peradaban
Bosan aku karena dibuat kebingangan
Bosan aku karena ...............................
Bosan itu karea ketidak sesuaian dengan hrapan
Bosan itu karena hal yang tidak mengenakkan
Bosan itu karena kejadian yang selalu berulang
Bosan itu karena kebodohan
Bosan itu karena ketidak tahuan
Bosan itu karena ketersinggugan
Bosan itu karena tidak bisa nerima keadaan
Bosan itu sama dengan menjemukan
Dan menjemukan adalah .....................
sesuatu yang dapat membingungkan
sesuatu yang dapat membutakan
sesuatu yang dapat melupakan
sesutu yang dapat menghilangkan
sesuatu yang dapt membinsakan
Bosan aku karena aku masih di sini
Bosan aku karena ku masih seperti ini
dan bosan aku karena selalu diberlakukan seperti ini
Tapi..............
Bosan yang menyenangkan adlah dpat sellu berinterasi dengan Tuhan
Karena Tuhan tiak pernah boan mencintai dan menyayangi hasil penciptaan

Saturday, May 15, 2010

Bintek Pemanfaatan dan Penerapan Materi Ajar Berbasis TIK

BPTIKP Propinsi Jawa Tengah telah mengadakan Bintek sebagaimana dalam judul bagi guru - guru SD/MI dan SMP/MTs. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 6 s.d 16 Mei 2010. Dan kegiatan ini dibagi menjadi 3 angkatan. Saya termasuk yang beruntung dapat mengikuti kegiatan ini.
Sebagai tempat kegiatan adalah Gedung BPTIK Jawa Tengah. Sebagai tempat pelatihan, tempat ini sudah cukup memadai meskipun terkesan sempit dibandingkan tempat pelatihan lainnya. Namun, sekali lagi tempat ini sudah sesuai dengan materi bidang ajar.
Banyak manfaat yang dapat saya ambil dari kegiatan ini. Kususnya tentang pemanfaatan alat TIK dalam pembelajaran. Diantaranya adalah pemanfaatan power point dan video dalam pembelajaran. Materi Open Source adalah salah satu yang menarik. Bahwa ada yang benar - benar dapat digunakan selain dari microsoft.
Yang lebih penting dalam hal ini adalah tindak lanjut dari kegiatan. Baik oleh peserta bintek maupun oleh pihak stakeholder yang terkait. Karena secara atau tidak, dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita tidak bisa terlepas dari yang berhubungan dengan Tehnologi Informasi dan Komunikasi. Harapan saya , semoga pemerintah selalu memperhatikan para guru dalam segi [pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan TIK, sehingga ketrampilan guru dalam pembelajaran di sekolah selalu meningkat seiring tuntutan global.

Thursday, February 11, 2010

Kegiatan Bulan Pebruari 2010 SDNBI Kota Semarang.

Dalam bulan ini SDN Bertaraf Internasional Kota Semarang padat dengan kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya :
1. KKG Gugus Bawana Ageng yang dilaksanakan pada tanggal 6 Pebruari 2010. Peserta kegiatan ini diikuti oleh 100 guru. Materi yang dipilih tentang PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ). Materi ini disampaikan oleh Ibu Suminarsih dari LPMP Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.00.
2. Menyeleksi guru Komputer.
Untuk mengantisipasi pembelajaran tahun 2010/2011, tenaga pengajar kompter dirasakan masih kurang. Oleh karena itu, pada kesempatan ini pula diseleksi 5 calon guru komputer. Materi seleksi diantaranya : Performance, wawancara, praktek mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Sesuai dengan rencana, tahap pertama diambil 2 tenaga pengajar.
3. Kunjungan Studi.
Kali ini, kita menerima kunjungan studi dari Kabupaten, tepatnya dari UPTD Kecamatan Toroh. Peserta studi banding terdiri dari
a. 65 Kepala Sekolah
b. 7 Pengawas
c. 1 Ka UPTD
d. 9 guru
Jumlah keseluruhan adalah 82 orang. Rombongan dibagi menjadi 6 kelompok bidang yaitu :
a. Kurikulum dipandu oleh Ibu Susmiyati
b. Kesiswaan dipandu oleh Bp. Kusnandar
c. Sarana Prasarana dipandu oleh Bp. Agus Pramono
d. Komite Sekolah dipandu oleh Ketua Komite Sekolah
e. Administrasi Kepala Sekolah Bp. Rosamaji
f. Administrasi dan pembelajaran di kelas dipandu oleh Ibu Sri Purwanti
Dalam kesempatan ini Bp.Drs. F Sudriwarno selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kunci pertama untuk sukses adalah mau berubah. Semoga hasil studi banding ini dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik bagi sekolah masing - masing.
4. KKG Gugus Bawana Ageng
KKG yang ke dua di SDNBI mengambil materi Pembelajaran Matematika Berbasis Pemanfaatan Media Pembelajaran Inovatif. Sebagai nara sumber adalah Bp. Drs. Sugiarto. Dosen UNNES.

Monday, February 8, 2010

Undangan Konggres dari TOPSII

Invitation: The First Annual TK-SD (R)SBI Congress - 2010


Assalamualaikum,
Bersama ini saya kirimkan Undangan
Kongres Pertama Perhimpunan TK-SD (R)SBI se-indonesia
untuk MEMPERSAMAKAN Konsep & Persepsi TK-SD (R)SBI se-indonesia,
supaya SEMUA pihak/ stakeholders TK-SD (R)SBI se-indonesia
memahami betul daripada KESULITAN pihak Kepala Sekolah
untuk memajukan TK-SD (R)SBI se-indonesia
supaya mereka semua memahami dan memberi dukungan
moril dan materil.

Untuk kesuksesan Kongres ini;
maka kami mohon dengan sangat hormat supaya
Undangan ini DIPRINT untuk:
a) Bapak/ Ibu Ketua Komite TK-SD (R)SBI

b) Bapak/ Ibu Kepala Sekolah TK-SD (R)SBI

c) Bapak/ Ibu Ketua/ Utusan Yayasan bidang Kurikulum

d) Bapak/ Ibu Kepala UPTD

e) Bapak/ Ibu Ketua Dewan Pendidikan

f) Bapak/ Ibu Kepala Dinas Pendidikan (Kabupaten/ Kota/ Propinsi)

g) DPRD Komisi Pendidikan


Selain itu, kami mohon supaya email ini

di FORWARD kepada Bapak/ Ibu Kepala Sekolah TK-SD (R)SBI se-indonesia

yang Bapak/ Ibu kenal.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas dukunganya

Kesuksesan Kongres ini. Terima Kasih.


Mega Tjandra
Ednovation International
Indonesia Representative

TOPSII Ednovation International
Indonesia Representative Office:
Darmo Baru Barat XII Raya no. 7, Surabaya
Phone: 031.71.777.345 Fax: 031.732.7272
Mobile: 081.330.222.878 & 0856.5577.2000
Email: mega@ednovation-international.com
Web: http://www.ednovation-international.com/

Surabaya, 8 February 2010
Kepada Yth.
a) Bapak/ Ibu Ketua Komite TK-SD (R)SBI Se-Indonesia
b) Bapak/ Ibu Kepala Sekolah TK-SD (R)SBI Se-Indonesia
c) Bapak/ Ibu Ketua/ Utusan Yayasan bidang Kurikulum TK-SD (R)SBI Se-Indonesia
d) Bapak/ Ibu Kepala UPTD
e) Bapak/ Ibu Ketua Dewan Pendidikan
f) Bapak/ Ibu Kepala Dinas Pendidikan (Kabupaten/ Kota/ Propinsi)
g) DPRD Komisi Pendidikan

Perihal: Undangan Kongres Pertama Perhimpunan TK-SD (R)SBI se-Indonesia

Assalamualaikum,
Bersama ini, perkenankan kami dari TOPSII ednovation international, yang bergerak dibidang International Education Curriculum Development, International Test and Exam, mengundang Bapak/ Ibu Ketua Komite dan Bapak/ Ibu Kepala Sekolah TK-SD (R)SBI, Kepala UPTD, Ketua Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kodya/ Propinsi serta DPRD bidang Pendidikan untuk mengikuti: Kongres Perhimpunan TK-SD (R)SBI se Indonesia yang akan diadakan pada tanggal 19 – 22 February 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Besar harapan kami supaya Undangan Kongres ini mendapat respond positif untuk Menyamakan KONSEP & Persepsi Program TK-SD (R(SBI terutama untuk memenuhi karakteristik sebagai sekolah (R)SBI dan juga untuk memenuhi 8 X sebagai ciri (R)SBI dan supaya SETIAP siswa TK-SD (R)SBI bisa mendapat Banyak Buku Sumber/ Resources Internasional yaitu Materi terkini/ yang up-to-date Test, Ujian/ Exam serta International Certificate dengan biaya yang terjangkau.

Informasi lengkap tentang lembaga kami ada dalam catalog (terlampir) dan juga Informasi Undangan Kongres juga ada pada brosur ( terlampir berikut Formulir Pendaftaranya ). Khusus Bapak/ Ibu yang mendaftar dan membayar SEBELUM 10 February 2010 akan mendapat bonus contoh materi dalam 7 CD senilai Rp. 700.000,- dan juga akan mendapat TAMBAHAN Voucher Discount Rp. 700.000,- untuk Workshop: “ Sistem Pendidikan 30 Negara OECD “ yang sangat penting untuk SETIAP Kepala Sekolah dan International Education Consultant.

Sekali lagi kami mohon supaya undangan ini ditunjukkan dan sekaligus untuk mengajak bersama Bapak/ Ibu Ketua Komite dan Bapak/ Ibu Kepala Sekolah TK-SD (R)SBI, Kepala UPTD, Ketua Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kodya/ Propinsi serta DPRD bidang Pendidikan untuk mengikuti: Kongres Perhimpunan TK-SD (R)SBI se Indonesia yang akan diadakan pada tanggal 19 – 22 February 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Bila masih ada yang kurang jelas tentang undangan Kongres ini, silahkan Hubungi:
Mega Djaja Abadi di: 081.330.222.878 atau 0856.5577.2000
Atau Ibu Elva Waniza di: 0813.1631.0008 atau 0815.8533.2000


Wassalamualaikum, Hormat kami,
Elva Waniza Mega Djaja Abadi Panitia Kongres Indonesia Representative
Perhimpunan TK-SD (R)SBI TOPSII ednovation international




KONGRES PERHIMPUNAN TK-SD (R)SBI SE-INDONESIA

LATAR BELAKANG
Pendidikan mutlak dibutuhkan dalam segala segi kehidupan. Pendidikan Dasar merupakan fondasi untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Bila pendidikan dasarnya bagus dan berkualitas, maka diharapkan generasi bangsa akan siap dan dapat bersaing di dunia internasional. Untuk itu perlu upaya peningkatan mutu pendidikan sehingga setara dengan mutu pendidikan yang ada di negara maju, terutama negara-negara yang tergabung dalam OECD. Guna mencapai mutu pendidikan yang bertaraf internasional, para stakeholders pendidikan harus bersinergi dan bersatu padu secara solid untuk bersama-sama mengupayakan berbagai input dan fasilitas pendidikan yang bertaraf internasional. Sinergi dan soliditas para stakeholders pendidikan yang bertaraf internasional ini perlu diwadahi dalam suatu forum dimana mereka dapat berbagi pengalaman dan strategi dalam mewujudkan proses dan produk pendidikan yang mampu bersaing dengan berbagai negara maju di dunia.

TUJUAN
Secara umum tujuan kongres ini adalah untuk menyamakan persepsi para stakeholders pendidikan tentang pemahaman serta strategi untuk memfasilitasi dan mewujudkan pendidikan tingkat TK-SD yang bertaraf internasional. Secara khusus, Konggres Perhimpunan TK-SD (R)SBI se-Indonesia adalah agar para stakeholders dapat
a) menyamakan pemahaman tentang pengertian TK-SD (R)SBI,
b) menyadari kebutuhan untuk membentuk asosiasi nasional komite sekolah TK-SD (R)SBI sebagai supporting body,
c) memahami program Ednovation International Test and Exam sebagai upaya untuk mewujudkan TK-SD (R)SBI yang baik dan benar,
d) mengimplementasikan dan mengelola program Ednovation International Test and Exam di TK-SD (R)SBI se-Indonesia, dan
e) mengimplementasikan SMART SMS sebagai suatu bagian sistem manajemen sekolah bertaraf internasional.

RUANG LINGKUPKonggres Perhimpunan TK-SD (R)SBI se-Indonesia yang pertama kali diadakan adalah suatu kebutuhan yang dirasakan oleh para stakeholders TK-SD (R)SBI se-Indonesia untuk dapat menyamakan pemahaman serta menumbuhkan komitmen dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di tingkat TK-SD agar setara dan dapat bersaing di dunia internasional. Para stakeholders ini perlu mencari berbagai upaya agar manajemen dan proses pendidikan dan pembelajaran di TK-SD (R)SBI se-Indonesia dapat berjalan sesuai dengan proses pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di berbagai negara maju dunia, terutama yang tergabung dalam negara-negara OECD.

Ada beberapa kendala yang saat ini masih dihadapi oleh TK-SD (R)SBI se-Indonesia dan harus dicarikan solusinya dalam mewujudkan program TK-SD (R)SBI. Kendala-kendala tersebut di antaranya adalah
a) belum semua siswa mendapat ujian dan sertifikat internasional,
b) masih sangat bany guru yang BELUM MAMPU mengajar dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris,
c) sangat banya sekolah yang belum bekerja sama dalam program Sister Schools dengan sekolah mitra di negara maju,
d) manajemen pendidikan dan pembelajaran BELUM berbasis TIK (teknologi informasi dan komputer, dan
e) hampir semua sekolah BELUM mempunyai digital library.

Dengan proses manajemen pendidikan dan pembelajaran yang bertaraf internasional seperti diuraikan di atas, produk pendidikan, yaitu para lulusan (anak didik), juga akan diakui kualitasnya secara internasional. Pengakuan ini harus dapat ditunjukkan melalui sertifikat yang dapat diraih oleh setiap anak didik kita yang bersekolah di TK-SD (R)SBI, di mana sertifikat ini diakui secara internasional bila mereka melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di berbagai negara maju.

Guna mencapai cita-cita di atas, para stakeholders TK-SD (R)SBI menyadari kebutuhan untuk bersinergi dan saling membantu serta berbagi pengalaman dalam mengelola serta melaksanakan berbagai program dan strategi yang tepat dan benar, sesuai dengan standar kualitas pendidikan di berbagai negara maju. Untuk itu, diperlukan suatu wadah atau forum dalam bentuk suatu asosiasi atau PERHIMPUNAN TK-SD (R)SBI SE-INDONESIA, yang dapat memfasilitasi kebutuhan untuk saling berbagi dan bersinergi tersebut.


SASARAN
Sasaran yang ingin diundang dalam konggres ini adalah semua stakeholders TK-SD (R)SBI se-Indonesia, yang terdiri dari berbagai komponen sebagai berikut.
a) Kepala Sekolah
b) Komite Sekolah
c) Ketua Yayasan TK-SD (R)SBI swasta
d) Kepala UPTD
e) Ketua Dewan Pendidikan
f) Kepala Dinas Pendidikan tingkat provinsi, kota, dan kabupaten
g) Komisi DPRD yang membidangi pendidikan


TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
19 – 22 February 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.




BIAYA
Biaya Kongres Nasional hanya Rp. 700.000,- per-peserta sudah termasuk:
~ Penginapan 4 hari 3 malam,
~ Makan Pagi, Makan Siang, Makan Malam,
~ Coffee Break sesuai dengan jadwal,
~ Seminar Kits, Sertifikat, Buku, Makalah, dan CD
~ PLUS Gratis brosur Full Color SEJUMLAH orang tua siswa.
~ GRATIS 7 CD senilai Rp. 700.000,- untuk 700 pembayar pertama.

Tempat terbatas hanya untuk 1.000 peserta saja.
Pendaftaran + Bukti Transfer FAX ke: 031.732.7272 sebelum 10 February
Pembayaran hanya diterima dengan melalui transfer ke:
a/n: Mega Djaja Abadi
BCA, a/c No. 612.08.22878 Bank Muamalat, a/c No. 90121.44999
BNI, a/c No. 018.669.8295 BRI, a/c No. 2030.01.000.105.508


Untuk Pendaftaran, silahkan transfer sebesar Rp. 700.000,- dikalikan jumlah peserta.
Setelah itu, bukti transfer diFAX ke 031.732.7272
bukti transfer dan Formulir Pendaftran

Bila ada yang kurang jelas,
silahkan miss-call ke:
081.330.222.878 (telkomsel-halo-as)
atau 0856.5577.2000 (mentari-IM3 atau lainya/
atau email ke: topsii@yahoo.com



Susunan acara

Jumat 19 February 2010
Diharapkan peserta sudah bisa hadir Jumat 19 February 2010
Di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta
Phone: (021) 8009421 8009429 8092374, Fax: (021) - 80883155
Check-in sudah bisa setelah jam 12 siang.
Jam 15.30 - 17.30 Pengarahan dari panitia



Sabtu 20 February 2010
Jam 06.00- 07.30 Makan Pagi & Persiapan
Jam 07.30- 08.00 MC: Donny D. Keizer
Laporan Ketua Panitia:
Kongres Perhimpunan TK-SD RSBI se Indonesia
Jam 08.00-08.45 Sambutan 1 - oleh Drs.H.Moedjito, M.Si
(Direktorat Pembinaan TK & SD)
Sambutan 2 - oleh Prof.Dr.Suyanto, Ph.D
( Dirjen Mandikdasmen)
Sambutan 3 - oleh Gubernur DKI, DR. Fauzi Bowo
Sambutan dan Pembukaan Kongres
Prof. DR. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA
( Menteri Pendidikan Nasional RI )
Jam 08.45 -09.00 Coffee Break 1
Jam 09.00-10.00 Sesi 1 - TK-SD (R)SBI Sebagai Fondasi Pendidikan
Pembicara: Prof. DR. Der.Soz H. Gumilar R.S.
( Rektor Universitas Indonesia )
Moderator: dr. Lula Kamal
Jam 10.00-12.00 Sesi 2 - Penyamaan Persepsi Program TK-SD (R)SBI
& Intro to iTech SMART SMS
Pembicara: Moh.Hosnan, M.Pd
( Direktorat Pendidikan) Moderator: dr. Lula Kamal
Jam 12.00-13.30 ISHOMA ( Penampilan siswa/i SD(R)SBI Tlogowaru )

Jam 13.30-15.30 Sesi 3 - Pengenalan Tes & Sertifikasi Ednovation
International America
Pembicara: DR. Mega Tjandra
Moderator: Usi Karundeng
Jam 15.30-16.00 Coffee Break 2


Jam 16.00-17.30 Sesi 4 - Manajemen Implementasi Program Tes
& Sertifikasi Ednovation International
Untuk tingkat TK-SD (R)SBI se Indonesia. Pembicara: Drs. Achmad Aviv Nur
( Principal SD Tlogowaru ) Moderator: Usi Karundeng
Jam 17.30-19.30 ISHOMA
Jam 19.30-21.30 Sesi 5 - Pendalaman & Tanya Jawab Program Tes
& Sertifikasi Ednovation International
Oleh: DR. Mega Tjandra


Ahad 21 February 2010
Jam 06.00-07.30 Makan Pagi & Persiapan
Jam 07.30-08.00 MC: Sinta
Sambutan Ketua Panitia Pembentukan Forum
Komite Nasional TK-SD RSBI
Jam 08.00- 08.45 Sesi 6 - Sambutan dari 3 Kepala Sekolah
Sebagai wakil dari Kepala Sekolah yang hadir Untuk
Menyampaikan harapan-harapan Kepada Komite
Sekolah yang hadir.
Jam 08.45-09.00 Coffee Break 1
Jam 09.00-10.00 Sesi 7 - Pembentukan Pengurus Forum Komite Nasional
TK-SD (R)SBI Periode 2010 - 2012
Jam 10.00-10.30 Sesi 8 - Sambutan Pengurus Terpilih Forum Komite
Nasional TK-SD (R)SBI
Jam 10.30-12.00 Diskusi Strategy Implementasi Penyamaan
Program TK-SD RSBI se Indonesia
Jam 12.00-13.30 ISHOMA ( bintang tamu : Heny Purwonegoro )
Jam 13.30-14.30 Sesi 9 - Penjelasan Kerjasama Ednovation International
Pembicara: DR. Mega Tjandra
Moderator: Putri Abad, S.Kom
Jam 14.30-17.00 Sesi 10 - Realisasi MOU Program Kerjasama dengan
Ednovation International
( Tea & Coffee tersedia )
Jam 17.00-19.30 Kembali ke Penginapan
Jam 19.30-21.30 Sesi 11 - Makan Malam sekaligus Penutupan
Dan Penyerahan Sertifikat
Oleh: Panitia
Bintang Tamu: Marsya Indonesian Idol, Feby
Heddy Yunus, UP Band Project




Senin 22 February 2010

Jam 06.00-07.30 Makan Pagi & Persiapan Check Out
Jam 08.00-13.00 Optional Tour bagi yang berminat ke:
Taman Mini Indonesia Indah: Museum Indonesia,
Taman Aquarium Air Tawar dan Museum Serangga
Biaya Rp.100.000,-
Termasuk makan siang & Transportasi ke Bandara

Monday, January 18, 2010

SDNBI Kota Semarang sekarang.

Hampir satu bulan sudah SDNBI Kota Semarang memasuki semester II Tahun Pelajaran 2009/2010. Beberapa kegiatan yang dianggap penting diantaranya :
1. Menerima Kunjungan Rombongan dari Islamic Village School Tangerang.
Hasil knjungan ini justru malah SDNBI mengirim balik saya ke Islamic Village School Tangerang. Sungguh suatu sekolah benar - benar dirancang untuk menjadi sekolah yang bertaraf Internasional. Kepala Sekolah yang sederhana namun berpribadi kuat.
2. Rapat dengan orang tua siswa.
3. Mengikuti Kegiatan yang dilaksanakan TOPSII di SDNBI Tlogowaru Malang.
4. Usaha sekolah guna melengkapi sarana prasarana fisik/non fisik sekolah ( SDNBI )
- Menambah Lab. Komputer.
- Menambah Lab. Bahasa.
- Menambah Lab. IPA.
- Telah dilaksanakannya Mapel Berstandar Iternasional dari TOPSII

Harapan kita semoga apa yang akan dilaksanakan dan yang telah dilaksanakan dapat menjadikan SDNBI Kota Semarang lebih baik dan lebih maju.

Monday, November 2, 2009

SDNBI Kota Semarang dalam Info

Selamat datang kembali pada blog saya. Kepada pengunjung blog saya, kususnya untuk orang tua siswa maupun siswa-siswi SDN Bertaraf Internasional Kota Semarang.

Pada kesempatan ini patut kiranya kita sebagai bagian dari civitas SDNBI Kota Semarang, beryukur kepad Allah, bahwa sekolah kita tercinta saat ini sudah memiliki website sendiri dengan alamat www.sdnbi.com selain itu, saat ini sekolah juga sudah mulai banyak berbenah kearah yang lebih baik dengan penambahan beberapa fasilitas. Diantaranya adalah finger printing untuk tenaga pendidik dan kependidikan, telephon PABX.

Informasi lain adalah akan dilakanakannya kunjungan dari unsur pendidikan dari Kalimantan Selatan, setelah pada Oktober 2009 kemarin kita juga mendapat kunjungan dari Dewan Pendidikan kota Medan.

Kepada siswa kami dari kelas III A ( Mas Raihan ) yang telah berhasil membawa tropy dalam lomba Mapel B. Inggris dan IPA kami ucapkan terima kasih. Teruslah berkarya dan berprestasi.

Sunday, September 13, 2009

Hello SDNBI Kota Semarang

Hai, anak - anak SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang, apa kegiatan selama liburan ini ?. Pak Aji Tahu, kamu pastinya lagi asyik lihat TV ya?!. Boleh menonton TV, tapi jangan terlalu sering. Sehingga waktu untuk beribadah dan belajar jadi berkurang.

Ayo belajar, sebentar lagi kita akan melaksanakan Tes Mid Semester. Masih ada waktu untuk belajar. Modulnya harus tetap dibuka, dibaca dan dipahami isinya. Kalau kamu mencatat hal - hal yang penting dari bapak/ibu guru selama belajar, silahkan dibuka juga dan dipelajari.

Okey!, Kalau kamu suka buka internet, silahkan buka blog Pak Aji mungkin ada informasi baru tentang pelajaran dan sekolah. Dan yang terpenting juga isilah kolom komentar sehingga kita dapat berkomunikasi. Ke depan Pak Aji juga akan menyampaikan soal - soal dalam blog ini, supaya kamu bisa belajar.

Wednesday, September 2, 2009

Wednesday, July 29, 2009

Sebagian Guru SDNBI Kota Semarang

Inilah beberapa guru dan Tenaga Kependidikan SD Negeri Bertaraf Internasional Kota Semarang untuk tahun pelajaran 2008 - 2009. Pada tahun Pelajaran 2009 - 2010 telah bertambah lagi. Saat ini Jumlah tenaga Pendidik dan Kependidikan berjumlah 31 Orang.
Untuk sekedar tahu saja, Nama dari foto tersebut adalah : ( Belakang dari kiri ) Handoyo ( guru Komputer), Agus Pramono ( Sarpras), Rosyid ( Gr. Kls I ), Murtidjo ( Gr. Agama Katholik ), Kusnandar ( gr. Kls II ), Bambang ( Gr. OR ), Rosamaji ( Gr. Kls I ). ( Depan dari kiri ) Susmiyati (Kurikulum ), Fatmawati ( Gr. Kls I ), Darsimah ( Gr. kls I ), Purwanti (Gr. kls II ), Ninik ( Gr. Kls II), Sudriwarno ( Kepala Sekolah ) Dian Lee ( Kabag TU ), Endang ( Gr. Ag. Kriten ) Amila( Gr. Kls II ) Nyakrawati ( Gr Kls I ) Supadmi ( Gr. Kls II )

Kalau Di samping ini, yang agak burem, aku yang masih belajar buat blog. Dan selalu pingin buat blog yang lebih baik lagi.

Monday, July 27, 2009

SEjarah Berdirinya SDNBI Kota Semarang

SD NEGERI BERTARAF INTERNASIONAL
KOTA SEMARANG

Sejarah Berdirinya SD Negeri Bertaraf Internasional
Berawal dari adanya proyek TK- SD Model yang ditawarkan ke berbagai pihak, bahwa Kota Semarang sebagai ibu kota Propinsi Jawa Tengah perlu mempunyai TK – SD Model. Bapak DR. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc. sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang menyampaikan ide ke Walikota Semarang yang saat itu di jabat oleh Bapak H. Sukawi Sutarip, agar Kota Semarang memiliki sekolah sebagaimana yang dimaksud.

Pak Rasdi menyampaikan ke Walikota untuk membuat surat kesediaan (bersedia menerima TK-SD Model). Kemudian yang perlu dipersiapkan adalah bertemu dengan Direktur Pusat untuk menyampaikan Proposal. Beliau meminta tolong ke Direktur Utama Widya Konsultan (Ir. Nugroho) berkenaan dengan proposal tersebut, agar proposal tersebut dapat disetujui.

Adapun mekanisme pelaksanaan pendirian TK-SD Model yang dalam perkembangannya disebut TK – SD Bertaraf Internasional harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
Setiap Kota Kabupaten minimal 1 TK, SD, SMP, SMA, SMK Bertaraf Internasional.
· Sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
· Perbandingan Anggaran Pusat 70%, Daerah 30%.
· Luas tanah minimal 5,7 hektar menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat.
Untuk tahap 1 secara Nasional diberi 5 sekolah, tidak termasuk Semarang (2003). Berkat perjuangan dan ide Bapak Rasdi bersama Drs.H. Soedjoko berusaha keras untuk mendapatkan bantuan, akhirnya pada tahun 2004 Kota Semarang mendapat jatah dan tercapai kesepakatan (MOU) surat-surat tersebut ditandatangani segera dibentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh Ir.H. Djoko Murwinanto.

Sunday, July 26, 2009

Strategi Pencapaian IKKM/IKKT

( Materi ini merupakan bahan yang disampaikan dalam workshop di BP Dikjur oleh salah satu nara sumber )

Starategi Pencapaian IKKM/IKKT
1.
Akreditasi
Optimalisasi semua aspek yang tercermin di PP No. 19 Tahun 2005
2.
SKL
Kembangkan SKL di atas SKL reguler
Pencapaian prestasi akademik internasional
Pencapaian prestasi Non-akademik internasional
Kembangkan budaya/disiplin yang universal
3.
Kurikulum
Kembangkan KTSP + (KTSP SBI)
Bobot materi dalam KTSP setaraf dengan sekolah di negera-negara OECD
Adaptasi dan adopsi kurikulum dengan kurikulum sekolah negara maju


Proses
Pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris untuk mapel tertentu
Semua mata pelajaran dikembangkan berbasis IT
Semua mapel menjadi tauladan sekolah lain
Diperkaya dengan proses pembelajaran dari sekolah unggul (OECD) .... Lakukan melalui Sister school
5.
Penilaian
Diperkaya dengan model penilaian dari sekolah-sekolah unggul
Dikembangkan model penilaian yang berdasarkan karakteristik KD
Penilaian dikembangkan berbasis IT
Dikembangkan model penilaian yang bervariasi


8.
Sarana/ prasarana
Mengembangkan sarana pembelajaran berbasis IT di setiap ruang belajar
Membangun perpustakaan dengan sarana digital
Melengkapi sarana multi media
Melengkapi ruang unjuk kesenian
Melengkapi ruang OR yang berstandar internasional
Melengkapi sarana kesehatan (klinik) di skolah
9.
Pengelolaan
Menerapkan dan mengimplementasikan ISO 9001: 2000 atau sesuadahnya
Membangun sekolah yang berbasis multi-kultural
Membangun “sister school” dengan sekolah di luar negeri yang bermutu
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas narkoba
Mengembangkan budaya sekolah yang Bebas kekerasan
Menerapkan prinsip kesetaraan gender
Meraih medali tingkat internasional

10.
Pembiayaan
Menggali dana untuk pengembangan pemenuhan IKKT
Membangun jaringan penyandang dana
Mengkoordinasikan setiap penyandang dana, termasuk pemerintah daerah
Menggali dana dari masyarakat
Membangun income generating activities sekolah
11.
Lainnya (tambahan)
Membangun sinergi yang komprehensif dan komitmen di semua unsur sekolah (Dinas Pendidikan, Kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan warga sekolah secara keseluruhan)

Wednesday, July 15, 2009

Design program RSBI

Pada tanggal 10 s.d 13 Juli 2009, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Workshop Design Program RSBI tingkat Jawa Tengah. Workshop ini diikuti 8 Kabupaten yang terdiri dari : Kota Semarang, Kota Salatiga, Pekalongan, Wonogiri, Klaten,Solo,Sragen, Karanganyar.

Ada tida hal yang melatarbelakangi kegiatan ini, yaitu :
1. Era global.
Dalam Era Global ini keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci daya saing yang mampu menjaga kelangsungan hidup. Keunggulan SDM diantaranya ditandai dengan penguasaan tehnologi dan manajemen. Dengan demikian dapat menurunkan biaya produksi, peningkatan nilai tambah dan peningkatan mutu produk.

2. Dasar Hukum RSBI.
Penyelenggaraan RSBI mempunyai dasar yang kuat yaiutu pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 dan pasal 50 ayat 7 UUSPN.

3. Filsafat eksistensialisme.
Sesuai dengan filsafat ini, pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melaui proses pendidikan yang bermartabat, kreatif, inovatif, eksperimentatif. Dismaping itu pendidkan harus relevan dengan kebutuhan individu, keluarga, kebutuhan bernagai sektor lokal, nasional dan internasional.

Sebagai aktualisasi dari filsafat tersebut maka penyelenggaraan pendidikan berpatokan pada 4 pilar, yaitu : learning to know, learning to do ,learning to be dan learning to live together. 4 pilar tersebut harus ada pada kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana prasarana dan penilaian.

Dalam pelaksanaan workshop ini diharapkan pada kegiatan - kegiatan praktis, sehingga guru memiliki pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan sikap yang sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Biaya kegiatan yang dilaksakan di BP Dikjur Prov. Jateng ini dibebankan pada Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) Bidang Dikdas Dinas Pendidika Propinsi Jawa Tengah No. 45/DPA/2008

Friday, July 3, 2009

Tentang KTSP

Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum / CurriculumSunday, March 11, 2007 09:53:11 Clicks: 601Nama & E-mail (Penulis):Imam Hanafie Mh.A, MAmahaniv@yahoo.comSaya Guru di SMP Al-Jawahir SamarindaPlus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)Tanggal: 28 Februari 2007

Kelebihan KTSP
KTSP yang hendak diberlakukan Depertemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Artinya, kurikulum baru yang ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Menurut Fasli Jalal, pemberlakukan KTSP tidak akan melalui uji publik maupun uji coba, karena kurikulum ini telah diujicobakan melalui KBK yang diterapkan ke beberapa sekolah yang menjadi pilot project.
Fasli juga berpendapat bahwa pemberlakuan Kurikulum 2006 tergantung analisis Mendiknas. Namun, kurikulum ini hanya akan diterapkan di kelas 1 di semua jenjang. Selain itu, hanya sekolah yang siap, yang menerapkan kurikulum baru ini. Kesiapan sekolah ini ditandai dengan ketersediaan sarana dan prasarana, pengalaman menerapkan KBK, dan rasio murid. Pengalaman menerapkan KBK dapat menjadi bekal suatu sekolah untuk menerapkan kurikulum baru ini dan diharapkan tahun 2009, semua sekolah telah menerapkan kurikulum ini.
Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing bergantung kepada situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Menurut hemat penulis KTSP yang direncanakan dapat diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2009 itu juga memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 2004 atau KBK.
Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain:
1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Dengan adanya penyeragaman ini, sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. Oleh karenanya, kurikulum tersebut menjadi kurang operasional, sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulan khas yang ada di daerahnya. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia.Dengan semangat otonomi itu, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai sesuatu yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. Oleh karena itu, jika diperlukan, sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Secara vertikal, sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi, dan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan secara horizontal, sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. Misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada.
2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP, sekolah diberi keleluasaan untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan.Sebagaimana diketahui, prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping itu, sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
3. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Sebagai contoh misalnya, sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya.Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja, tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah ketrampilan. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah.KTSP ini sesungguhnya lebih mudah, karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006.
4. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
Dengan diberlakukannya KTSP itu nantinya akan dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena KTSP tersebut lebih sederhana. Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun, bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar, KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.
Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP. Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik, karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan, dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1.000-1.200 jam pelajaran dalam setahun. Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD, SMP dan SMA adalah 45 menit, maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jm pelajaran, untuk SMP menjadi 40 menit, dan untuk SMA tidak berubah, yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. Total 1.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran.
Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. Dalam usia yang masih anak-anak, mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. Suasana formal yang diciptakan sekolah, ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama, tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami.
Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Meski demikian, perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Melainkan memotong sedikit, atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu.
Dapat dikatakan bahwa perberlakuan KTSP ini sebagai upaya perbaikan secara kontinuitif. Sebagai contoh, kurikulum 1994 dapat dinilai sebagai kurikulum yang berat dalam penerapannya. Ketika diberlakukan Kurikulum 1994 banyak sekolah yang terlalu bersemangat ingin meningkatkan kompetensi iptek siswa, sehingga muatan iptek pun dibesarkan. Tetapi yang patut disayangkan adalah SDM yang tersedia belum siap, sehingga hasilnya hanya sekitar 30% siswa yang mampu menerapkan kurikulum tersebut.
5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah, sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira.
Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. Sebagian sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP.
Sebagai contoh, Sekolah High Scope Indonesia, sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Kendati mendapat lisensi dari AS, namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah. Caranya dengan mematuhi batas minimal, namun secara optimal memberikan penekanan pada aspek-aspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia, namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
Kelemahan KTSP
Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihan-kelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya menurut penulis terdapat beberapa kelemahan-kelamahan dalam KTSP maupun penerapannya, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.
Pola penerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru.
2. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.
Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sementara kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP.
3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh, maka pemberlakuan KTSP secara nasional yang targetnya hendak dicapai paling lambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai.
4. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru.
Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di dunia pendidikan. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum, KTSP juga mengancam pendapatan para guru. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNP terkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jam mengajar. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru. Akibatnya, guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional.
Untuk memperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam, jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. Sebagai contoh, pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jam pelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Sedangkan di kelas 2 SMA atau kelas 11 IPS, Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama. Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. Hal yang sama terjadi di kelas 3 IPS. Pada kurikulum lama, pelajaran Sosiologi diajarkan untuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Sementara itu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulum ini. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan, para guru sulit memenuhi ketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan.
Beberapa faktor kelemahan di atas harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar pemberlakuan KTSP tidak hanya akan menambah daftar persoalan-persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan kita. Jika tidak, maka pemberlakuan KTSP hanya akan menambah daftar makin carut marutnya pendidikan di Indonesia.
Saya Imam Hanafie Mh.A, MA setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).
Diposkan oleh april di 01:17 0 komentar
Label: Manajemen Kurikulum